rK5aLW1w9MN8HB51NJm6K1fWVxwENUpCxQ9UuDub
Bookmark

Apakah UX Design Segampang Itu? Kenapa Banyak yang Tertarik UX Design?

Secara sederhana, UX Design adalah proses merancang pengalaman pengguna ketika mereka berinteraksi dengan sebuah produk.


Halo semuanyaa. Kamu sering mendengar istilah UX design? Apakah memang segampang itu untuk dipelajari? sebenarnya apa sih UX Design itu?

Yaa.. Istilah UX Design mungkin sudah sering kamu dengar.
Mulai dari lowongan pekerjaan, materi kuliah, media sosial, atau obrolan di dunia startup dan teknologi.

Masalahnya, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya:

“UX Design itu sebenarnya apa, sih?”
“Apakah UX cuma soal desain tampilan?”

Artikel ini saya tulis sebagai cerita awal untuk mengenal UX Design lebih jauh, terutama buat mahasiswa dan pemula yang baru mulai tertarik dengan dunia desain produk digital.


Sebenarnya Apa Itu UX Design?

UX Design itu singkatan dari User Experience Design kalau dalam bahasa Indonesia Desain Pengalaman Pengguna. Agak aneh memang kalo diterjemahkan.

Secara sederhana, UX Design adalah proses merancang pengalaman pengguna ketika mereka berinteraksi dengan sebuah produk. 

Produk yang dimaksud bisa bermacam-macam, mulai dari aplikasi mobile, website, sistem informasi, dll. 

Tapi apakah UX Design itu hanya sebatas desain digital saja? Tentu saja tidak! setiap produk yang digunakan manusia itu memerlukan desain pengalaman pengguna, tujuannya agar setiap proses itu mudah untuk dilakukan. Tapi nanti nanti kita bahas disesi terpisah.

Dalam konteks digital, UX bukan tentang seberapa bagus tampilan sebuah aplikasi, tetapi lebih ke pertanyaan seperti:

  • Apakah pengguna mudah memahami cara menggunakannya?

  • Apakah alurnya masuk akal dan nggak bikin bingun?

  • Apakah produk ini benar-benar membantu menyelesaikan masalah pengguna?

Jika seseorang menggunakan sebuah aplikasi lalu berkata,

“Oh, gampang ya pakenya,”

itu artinya bahwa UX-nya bekerja dengan baik.

Intinya UX itu apa yang dirasakan ketika pengguna menggunakan produk/layanan kita.


UX Design Bukan Sekadar Soal Tampilan

Salah satu kesalahpahaman paling umum adalah menganggap UX sama dengan desain visual, sebenarnya itu sangat berbeda walaupun berdampingan. 

  • UI (User Interface) berfokus pada apa yang dilihat pengguna: warna, tombol, layout, dan tipografi.

  • UX (User Experience) berfokus pada apa yang dirasakan pengguna saat menggunakan produk kita.

Bayangkan sebuah aplikasi dengan tampilan yang sangat menarik, tetapi pengguna bingung harus mulai dari mana, tombolnya tidak jelas, dan alurnya membingungkan.
Di situ, UI-nya (tampilan yang terlihat) mungkin bagus, tapi UX-nya bermasalah.

UX Design lebih banyak berurusan dengan:

  • Cara berpikir pengguna

  • Alur penggunaan

  • Logika sistem

  • Kenyamanan dan efisiensi


Kenapa UX Design Itu Penting?

Jawabannya singkat: pengguna pengguna nggak mau ribet!

Pengguna jarang membaca panduan, apalagi orang Indonesia yang minat bacanya rendah hehehe.. 

Mereka ingin aplikasi atau sistem langsung bisa digunakan tidak perlu berpikir keras. Ketika sebuah produk membuat pengguna bingung atau frustrasi, mereka tidak akan bertahan lama dan merasa kesal.

Selain itu, UX Design juga penting karena bisa menghemat banyak biaya. Masalah UX yang baru disadari di akhir proses development biasanya membutuhkan revisi besar dan mahal. Dengan UX yang baik, banyak masalah bisa ditemukan lebih awal sebelum produk benar-benar jadi.

Di dunia nyata, tidak sedikit produk gagal bukan karena teknologinya buruk, tetapi karena tidak memahami kebutuhan dan perilaku pengguna. Di sinilah UX berperan besar dalam menentukan apakah sebuah produk akan digunakan atau ditinggalkan.

Salah satu penyebab kenapa banyak starup yang gagal adalah karena mereka nggak tau kebutuhan penggunanya, mereka cuma mikir teknologinya, tapi tidak dengan apa yang dibutuhkan. Bisa dibaca disini guyss.


Siapa yang Cocok Menjadi UX Designer?

Dalam benak kita UX Designer harus jago menggambar atau berasal dari jurusan desain. Padahal, kenyataannya tidak sesempit itu guys.

UX Design terbuka untuk berbagai latar belakang, seperti: Informatika atau Sistem Informasi, Psikologi, Data dan riset, Pendidikan, Bahkan non-IT sekalipun

Yang paling penting bukan kemampuan menggambar, melainkan:

  • Rasa ingin tahu terhadap perilaku manusia

  • Empati terhadap pengguna

  • Kemampuan berpikir logis dan sistematis

  • Kemauan untuk belajar dan mengamati

UX Design lebih tentang cara berpikir dan proses, bukan mau menggambar.


Gambaran Sederhana Proses UX Design

Dalam praktiknya, UX Design bukan proses sekali jadi. Ia bersifat iteratif, artinya terus diperbaiki berdasarkan masukan dan hasil pengujian.

Secara sederhana, proses UX bisa digambarkan seperti ini:

  1. Memahami masalah yang ingin diselesaikan

  2. Mengenal siapa penggunanya dan apa kebutuhannya

  3. Merancang solusi dan alur penggunaan

  4. Membuat desain awal seperti wireframe atau prototype

  5. Menguji dan mengevaluasi desain bersama pengguna

Proses ini bisa berulang beberapa kali sampai solusi yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.


Output UX Design Itu Apa Saja?

Kalau UX bukan soal visual lalu apa yang dihasilkan dari proses desain UX? 

Dalam proses UX, seorang UX Designer bisa menghasilkan:

  • User persona untuk merepresentasikan pengguna

  • User journey map untuk memahami pengalaman pengguna

  • Problem statement yang jelas

  • Struktur informasi

  • Wireframe dan prototype

  • Hasil usability testing dan insight perbaikan

Semua output ini membantu tim memahami alasan di balik sebuah keputusan desain, bukan sekadar “kaya gini kelihatannya bagus”.


UX Design dan Data: Saling Melengkapi

UX Design bukan asumsinya desainer, UX yang baik didukung oleh data dan riset yang mendalam. Data UX bisa didapatkan dari beberapa hal.

  • Hasil observasi pengguna

  • Wawancara

  • Usability testing

  • Analytics

  • Feedback pengguna

Dengan data, keputusan desain menjadi lebih objektif dan terukur. Inilah alasan mengapa UX Design dan data sebenarnya tidak bisa dipisahkan, terutama dalam pengembangan produk digital modern.


Apakah Harus Jago Tools untuk Belajar UX?

Jawabannya: tidak harus di awal.

Tools seperti Figma, FigJam, atau Miro memang penting, tapi tools hanyalah alat. Yang jauh lebih penting adalah memahami:

  • Masalah yang ingin diselesaikan

  • Pengguna yang akan memakai produk

  • Alasan di balik setiap keputusan desain

Tanpa cara berpikir UX yang benar, menguasai tools saja tidak akan banyak membantu.

Apakah UX Segampang Itu?

Kalau kamu sering melihat konten UX di media sosial, mungkin UX Design terlihat seperti sesuatu yang “waah tapi gampang” atau mungkin ada yang merasa karena putus asa belajar ngoding akhirnya UIUX design jadi alternatif 😆.

Beberapa video hanya menampilkan:

  • Bikin persona

  • Gambar wireframe

  • Pindah ke Figma

  • Jadi UX Designer

Dulu saya juga sempat berpikir begitu hehehe..

Tapi semakin lama terjun di dunia UX, semakin saya sadar: UX Design itu kelihatannya sederhana, tapi praktiknya tidak segampang itu ferguso.



Terakhir!

UX Design bukan bidang yang instan. Tapi UX adalah kemampuan yang sangat relevan di era digital saat ini.

Kalau kamu tertarik memahami manusia, suka memecahkan masalah, dan ingin terlibat dalam pengembangan produk digital yang benar-benar berguna, UX Design adalah bidang yang layak untuk dipelajari.

Artikel ini saya tulis sebagai bagian pemahaman awal tentang UX Design. Semoga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal UX dengan cara yang lebih sederhana dan santuyy.


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar